Scroll untuk baca artikel
ACEH TAMIANGPEMERINTAH

Akibat Hujan Beberapa Hari Terakhir, 1.128 Warga Aceh Tamiang Mengungsi

37
×

Akibat Hujan Beberapa Hari Terakhir, 1.128 Warga Aceh Tamiang Mengungsi

Sebarkan artikel ini

0:00

Straight News.

ACEH TAMIANG – METRO GEMA NEWS: Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tamiang selama beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah titik. Akibatnya, sebagian rumah warga mulai tergenang air hingga memaksa ratusan kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data terbaru dari Posko Terpadu Penanganan Banjir Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin (12/10/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 277 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.128 jiwa telah terdampak dan terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Baca Juga Artikel Ini  Pemerintah Aceh Tamiang Buka Uji Publik Verifikasi dan Validasi Data Penerima Bantuan

Para pengungsi tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang terdampak banjir cukup parah, meliputi:

  • Kecamatan Bendahara

  • Kecamatan Kota Kualasimpang

  • Kecamatan Kejuruan Muda

  • Kecamatan Tamiang Hulu

  • Kecamatan Karang Baru

Baca Juga Artikel Ini  Wakil Bupati Pimpin Apel Pelepasan Satgas TNI Operasi Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

  • Kecamatan Tenggulun

  • Kecamatan Seruway

Menyikapi kondisi ini, Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, Imam Suhery, S.STP., MSP, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan.

“Jangan panik, selalu waspada akan bencana banjir,” ujar Imam Suhery menyampaikan pesan kepada warga terkait potensi luapan air yang masih bisa terjadi.

Baca Juga Artikel Ini  Bangun Sinergitas, Kesbangpol Aceh Tamiang Kunjungi DPD SWI

Pihak posko terpadu bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan di lapangan dan menyalurkan bantuan masa panik untuk para pengungsi di titik-titik evakuasi.
Ada informasi lebih lajut bahwa tanggul di Kampug (Desa *Red) Marlempag mengalami jebol, air masuk ke pemukiman penduduk sehingga mereka harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

Liputan: Syafrial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *